baruuuu

LAPORAN KERJA PRAKTEK
SISTEM IMPORMASI KEUANGAN
PADA KOPERASI SERBA USAHA SARA ATE
BERBASIS GAMBAS

DISUSUN OLEH :

NAMA :
ARMIYA PUTRA
NPM :
08040002
PROGRAM STUDI :
Teknik Informatika
JENJANG :
Strata Satu (S1)

FAKULTAS TEKNIK PRODI INFORMATIKA
UNIVERSITAS GAJAH PUTIH TAKENGON
2012

BAB I
PENDAHULUAN

Pada bab ini penulis akan memaparkan latar belakang dari judul Tugas praktik lapangan “Sistem Informasi keuangan Koperasi Serba usaha sara ate, maksud dan tujuan, metodologi penyusunan, serta sistematika penyusunan tugas praktik lapangan
1.1 Latar Belakang Masalah
Koperasi Serba Usaha Sara Ate adalah koperasi yang merupakan usaha bersama yang memiliki tujuan mensejahterakan anggotanya dengan berazaskan kekeluargaan, dimana anggota koperasi ini terdiri dari Masyarakat Desa , Kecamatan Kabupaten Aceh Tengah. Sampai saat ini anggota koperasi sudah mencapai 712 anggota.
Usaha yang dilaksanakan Koperasi Serba usaha sara ate ini yaitu penyuluhan pertanian kopi organik, di samping itu juga berniaga Seperti pembelian dan penjualan produk kopi, Dan pembelian Hasil Produksi Kopi Anggota untuk Di jual melalui koperasi .Anggota koperasi ini mayoritas bekerja sebagai pegawai negeri dan petani, oleh karena itu cukup banyak anggota yang Menjual Hasil Produksi kopi mereka ke koperasi

sistem administrasi keuangan pada Koperasi Serba Usaha sara ate ini menggunakan Ms.word dan Ms. Excel ,namun pada pencatatan data simpanan keuangan anggota masih tergolong rumit dengan menggunakan MS. Excel dan pada pencatatan data pembelian masih menggunakan rekapan manual.
Dengan jumlah anggota yang cukup besar dgn sistem administrasi yang masih manual serta jumlah pengurus koperasi yang sangat terbatas, tentu akan menimbulkan lambannya kinerja koperasi yang mengakibatkan ketidakpuasan anggota terhadap koperasi tersebut, sedangkan memberi kepuasan pelayanan terhadap anggota merupakan salah satu upaya Koperasi untuk mensejahterakan setiap anggotanya.

1.2 Identifikasi Masalah
Koperasi Serba Usaha Sara ate telah melakukan usaha yang menguntungkan bagi anggotanya yang terdiri dari menerima simpanan uang anggota, dan membeli hasil produk Kopi untuk modal usaha anggota. Namun mengingat mayoritas anggota koperasi berpenghasilan sebagai pegawai negeri dan petani, maka untuk memajukan koperasi ini di terapakan sistem penggolalaan keuangan koperasi.
Pada prosedur sistem keaungan yang sedang berjalan, terdapat permasalahan-permasalahan sebagai berikut :
1. Dengan jumlah anggota yang cukup besar dan sistem administrasi yang masih manual dapat mengakibatkan lambannya kinerja koperasi
2. Pada sistem yang berjalan ini, terdapat kesalahan-kesalahan pada administrasi pencatan simpanan anggota, dan pencatatan pembelian produksi kopi. misalnya kesalahan dalam memberikan jumlah perhitungan ataupun dalam pembuatan laporan.
Berdasarkan hal tersebut diatas, maka penulis merumuskan suatu masalah mengenai bagaimana perancangan sistem informasi keuangan pada Koperasi Serba usaha sara ate, dengan tujuan sebagai berikut :
1. Sistem Informasi ini dapat meminimalisir terjadinya kesalahan-kesalahan pada administrasi Pencatatan Simpanan Anggota, dan pencatatan jual Beli
2. Meningkatkan kinerja pengurus koperasi
3. Diharapakan dapat memenuhi prosedur-prosedur yang diharapkan oleh semua pihak yang bersangkutan pada koperasi tersebut
Dengan adanya sistem informasi ini diharapkan Koperasi mendapat kemudahan dalam administrasi keuangan koperasi serta memberikan keuntungan terhadap Koperasi ini.

1.3 Pembatasan Masalah
Banyak permasalahan yang muncul pada sistem impormasi keuangan yang disusun oleh penulis, namun penulis lebih memfokuskan pada sistem pencatatan simpanan anggota, dan pencatan pembelian prouksi kopi dari anggota. pada Koperasi Serba usaha sara ate, untuk pencatatan simpanan keuangan anggota belum dapat diselesaian dengan menggunakan ms.excel maka disini penulis mencoba menyelesaikan masalah tersebut dengan menggunakan gambas

Sistem informasi yang dirancang yaitu oleh penulis hanya seputar data anggota ,data karyawan , data simpanan anggota serta data jual beli kopi .

1.4 Maksud dan Tujan Penyusunan

Adapun tujuan dari penulis adalah untuk merancang sistem informasi kuangan pada Koperasi Serba Usaha sara ate, guna membantu kinerja bendahara koperasi tersebut secara lebih efektif dan efisien sehingga Koperasi ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan terhadap seluruh anggotanya. Sistem informasi ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengurus maupun anggota Koperasi .

1.5 Metodologi Penyusunan
Metodologi yang dilakukan oleh penulis dalam mengumpulkan data-data mengenai administrasi keuangan pada Koperasi Serba usaha sara ate adalah sebagai berikut :
1. Observasi
Observasi yaitu pengumpulan data melalui pengamatan dan pencatatan oleh pengumpul data terhadap gejala atau peristiwa yang diselidiki pada objek penyusunan. Pada metode ini penulis mengadakan pengamatan serta pencatatan terhadap obyek yang diteliti yaitu mengenai prosedur sistem keuangan yang sedang berjalan pada Koperasi Serba Usaha Sara Ate.

2. Interview
Metode interview disebut juga metode wawancara dimana pengumpulan datanya dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data dengan sumber data. Panulis mengumpulkan data melalui tatap muka dan tanya jawab langsung dengan pengurus koperasi khusunya bendahara dan salah satu anggota Koperasi mengenai prosedur keuangan di koperasi tersebut.

3. Studi Pustaka
Untuk melengkapi data yang diperlukan oleh penulis, penulis melakukan studi pustaka yaitu suatu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan klasifikasi bahan-bahan tertulis yang berhubungan dengan permasalahan, baik dari sumber dokumen maupun buku-buku.

Dengan teknik dan metode yang disebutkan di atas, data yang diperlukan untuk bahan penyusunan Tugas dapat terkumpul. Data-data yang telah ada kemudian diolah sedemikian rupa guna menghasilkan suatu laporan kerja praktek yang dapat dipertanggungjawabkan hasilnya.
Adapun Rancangan sistem yang dilakukan penulis adalah dengan menggunakan Gambas, dimana tahapannya adalah sebagai berikut :
1. Rekayasa perangkat lunak (Software Engineering), merupakan kegiatan untuk menentukan software apa yang akan dibangun.

2. Analisis perangkat lunak (Software Analysis), dilakukan dengan cara menganalisa kebutuhan akan fungsi – fungsi perangkat lunak yang dibutuhkan.adapun fungsi – fungsi tersebut meliputi fungsi masukan, fungsi proses, dan fungsi keluaran.
3. Perancangan perangkat lunak (Software Design), merupakan perancangan perangkat lunak yang dilakukan berdasarkan data – data yang telah dikumpulkan pada tahap sebelumnya. Perancangan tersebut meliputi perancangan struktur file, struktur menu, struktur program, format masukan (input), dan format keluaran (output).

1.6 Sistematika Penulisan
Dalam penyusunan Tugas ini, penulis membagi-bagi pokok bahasan menjadi 4 Bab, yang terdiri dari :
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini penulis membahas mengenai latar belakang, identifikasi, pembatasan masalah, maksud dan tujuan, metodologi penyusunan laporan, serta sistematika penulisan tentang “Sistem Informasi Keuangan pada Koperasi Serba Usaha Sara Ate”

BAB II LANDASAN TEORI
Pada bab ini penulis membahas teori yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang dibahas dan juga pengertian dari istilah-istilah yang digunakan pada penulisan laporan ini.

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
Analisis perusahaan, analisis prosedur sistem yang sedang berjalan, serta analisis prosedur dokumen yang sedang berjalan terdapat pada Bab III ini
Perancangan sistem yang terdapat pada Bab III ini terdiri dari perancangan proses, perancangan basis data, perancangan program mulai dari perancangan format masukan sampai perancangan format keluaran dan stuktur program, serta perancangan kebutuhan sistem.

BAB 1V PENUTUP
Pada bab penutup ini terdiri dari sub bab kesimpulan yang membahas kesimpulan dari Tugas yang telah selesai dikerjakan penulis dan sub bab saran dimana didalamnya terdapat saran-saran yang diberikan penulis untuk Tugas ini, perusahaan yang dianalisis oleh penulis, juga saran bagi universitas yang selama ini memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan kegiatan perkuliahan.

BAB II
LANDASAN TEORI
Landasan teori yang digunakan penulis sangat menunjang dalam penyusunan laporan Tugas . Oleh karena itu pada bab ini penulis menjelaskan teori yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang dibahas pada penulisan laporan ini.
2.1 Konsep Dasar Sistem
Suatu sistem dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan.
Suatu sistem dapat terdiri dari sistem-sistem bagian (subsistem). Masing-masing subsistem terdiri dari subsistem-subsistem yang lebih kecil lagi atau terdiri dari komponen-komponen. Subsistem-subsistem saling berinteraksi dan saling berhubungan membentuk satu kesatuan sehingga tujuan atau sasaran sistem tersebut dapat tercapai. Interaksi dari subsistem-subsistem sedemikian rupa, sehingga dicapai suatu kesatuan yang terpadu atau terintegrasi.

2.1.1 Pengertian Sistem
Sistem berasal dari bahasa latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.
Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.
Kata “sistem” banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.

1
2.2.1 Pengertian Informasi
Pengertian atau definisi informasi adalah data yang diolah dan dibentuk menjadi lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Informasi merupakan pengumpulan dan pengolahan data untuk memberikan keterangan atau pengetahuan. Maka dengan demikian sumber informasi adalah data. Data adalah kesatuan yang menggambarkan suatu kejadian atau kesatuan nyata
Pada dasarnya informasi berbeda dengan data. Dengan kata lain informasi adalah data yang telah diolah dan dapat digunakan sebagai dasar keputusan. Dalam Proses pengambilan keputusan, kebutuhan yang cukup mendasar adalah informasi-informasi yang menunjang keputusan tersebut . Transformasi data menjadi informasi dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Gambar 2.2 Traspormasi data menjadi informasi
(sumber : Azhar Susanto)2

2.2.2 Kualitas Informasi
Kualitas dari sistem informasi (quality of information) tergantung dari tiga hal yaitu:
a. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau meenyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
b. Tepat pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi. Karena informasi merupakan landasan didalam peengambilan keputusan.
c. Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakaiannya.

2.2.3 Nilai Informasi
Nilai dari informasi (value of information) ditentukan dari dua hal yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya meendapatkanya. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa informasi yang digunakan didalam suatu sistem informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan. Sehingga tidak memungkinkan dan sulit untuk menghubungkan suatu bagian informasi pada suatu masalah yang tertentu dengan biaya unttuk memperolehnya, karena sebagian informasi dinikmati tidak hanya oleh satu pihak didalam perusahaan.

2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi
Telah diketahui bahwa informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen di dalam pengambilan keputusan.
Sistem informasi merupakan suatu sistem yang tujuannya menghasilkan informasi. Sebagai suatu sistem, untuk dapat memahami sistem informasi, akan lebuh baik jika konsep dari sistem itu sendiri dipahami terlebih dahulu

2.3.1 Komponen Sistem Informasi
Menurut Burch dan Garry Grudnitski mengemukakan bahwa sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebutnya dengan istilah blok bangunan (building blok) yaitu :

a. Blok masukan (input blok), input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan,yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
b. Blok model (model blok), blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data dan input dan data yang tersimpan dibasis data dengan cara yang sudah tertentu unttuk meenghasilkan keluaran yang diinginkan.
c. Blok keluaran (output blok), produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
d. Blok teknologi (tecnology blok), teknologi merupakan “kotak alat” (tool-box) dalam sistm informasi. Teknologi digunakan untuk mrenerima input, menjalankan model, menyimpan daan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara kesuluruhan.
e. Blok basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasi .
f. Blok Kendali. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung diatasi.

2.3.2 Alat Bantu Analisis Perancangan Sistem Informasi
Alat bantu perancangan sistem terbagi atas 3 bagian, yaitu :
ASI (Aliran Sistem Informasi)
Context Diagram
DFD (Data Flow Diagram)
2.3.4 Aliran Sistem Informasi (ASI)
Aliran sistem informasi sangat berguna untuk mengetahui permasalahan yang adda pada suatu sistem. Dari sini dapat diketahui apakah system informasi tersebut masih layak dipakai atau tidak, masih manual atau komputerisasi. Jika sistem informasinya tidak layak lagi maka perlu adanya perubahan dalam pengolahan datanya sehingga menghasilkan informasi yang cepat dan akurat serta keputusan yang lebih baik.
Berikut simbol-simbol dari Aliran Sistem Informasi (ASI) :

No
Simbol
Keterangan
1

Proses Manual. Digunakan untuk menggambarkan kegiatan manual atau pekerjaan yang dilakukan tanpa menggunakan komputer.
2

Proses Komputer. Proses yang menggunakan komputer dimana pengolahan data dilakukan secara online.
3

Dokumen. Merupakan formulir yang digunakan untuk merekam data yang menunjukkan input dan output, baik untuk proses manual maupun komputer.
4

Garis Alir. Menunjukkan aliran atau arah dalam proses pengolahan data.

5

Arsip. Untuk menggambarkan penyimpanan data baik dalam bentuk arsip atau file komputer. Dapat di tulis F atau A.

1.2 Context Diagram

Context Diagram adalah gambaran umum tentang suatu sistem yang terdapat didalam suatu organisasi yang memperlihatkan batasan (boundary) sistem, adanya interaksi antara eksternal entity  dengan suatu sistem  dan informasi secara umum mengalir diantara entity dan sistem. Context Diagram merupakan alat bantu yang digunakan dalam menganalisa sistem yang akan dikembangkan.

Simbol-simbol yang digunakan di dalam Context Diagram hampir sama dengan simbol-simbol yang ada pada DFD, hanya saja pada Context Diagram tidak terdapat simbol file.
Berikut simbol-simbol Context Diagram

No
Simbol
Keterangan
1

Kesatuan Luar(EksternalEntity) = Merupakan kesatuan luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainya yang berada diluar lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output sistem.

2

Proses(Process) = Kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh, mesin atau komputer dari suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses

3

Arus Data (Data Flow) = Arus data mengalir diantara proses, simpanan data dan kesatuan. Arus data ini menunjukan arus data dari yang masuk ke dalam proses sistem

1.3 Data Flow Diagram (DFD)
DFD merupakan ganbaran sistem secara logika yang tidak tergantung pada perangkat keras, lunak, struktur data dan organisasi file. Keuntungan dari DFD adalah untuk memudahkan pemakai yang kurang menguasai bidang komputer untuk mengerti system yang akan dikerjakan atau dikembangkan.
Berikut simbol-simbol dari Data Flow Diagram (DFD) :
No
Simbol
Keterangan
1

Kesatuan Luar/External Entity merupakan sumber atau tujuan data, dapat berupa bagian atau orang yang berada diluar sistem tapi berhubungan dengan sistem tersebut.
2

Proses. Simbol ini digunakan untuk melakukan proses pengolahan data, yang menunjukkan suatu kegiatan yang mengubah aliran data yang masuk menjadi keluaran.
3

Penyimpanan Data/Data Store merupakan tempat penyimpanan dokumen-dokumen atau file-file yang dibutuhkan.
4

Aliran Data. Menunjukkan arus data dalam pro

3
4

2.4 Database
Database adalah kumpulaninformasiyang disimpan di dalamkomputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu programkomputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.2.Database adalah representasi kumpulanfaktayang saling berhubungandisimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagaikebutuhan. 3.Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan padasuatu subjek tertentu pada tujuan tertentu pula.4.Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatuorganisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secaraterintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam komputer sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh para penggun
Database adalah kumpulan file-file yang saling berelasi, relasi tersebut biasa ditunjukan dengan kunci dari tiap file yang ada. Satu database menunjukan satu kumpulan data yang dipakai dalam satu lingkup perusahaan, instansi.
Dalam satu file terdapat record-record yang sejenis, sama besar, sama bentuk, merupakan satu kumpulan entity yang seragam. Satu record terdiri dari field-field yang saling berhubungan untuk menunjukan bahwa field tersebut dalam satu pengertian yang lengkap dan direkam dalam satu record.

Untuk menyebut isi dari field maka digunakan atribute atau merupakan judul dari satu kelompok entity tertentu. Entity adalah suatu obyek yang nyata dan akan direkam.
Set program pengelola merupakan satu paket program yang dibuat agar memudahkan dan mengefisienkan pemasukan atau pembacaan informasi ke dalam database.

2.4.1 Entity
Entity adalah orang, tempat, kejadian atau konsep yang informasinya direkam.

2.4.2 Atribute
Setiap entity mempunyai atribute atau sebutan untuk mewakili suatu entity. Atribute juga disebut sebagai data elemen, data field, data item.

2.4.3 Record
Record adalah kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entity secara lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi tentang seseorang misalnya, nomor karyawan, nama karyawan, alamat, kota, tanggal masuk.

2.4.4 File
File adalah kumpulan record sejenis yang mempunyai panjang elemen yang sama, atribute yang sama, namun berbeda-beda data valuenya.
2.4.5 Database Management System (DBMS)
DBMS atau Database Management System merupakan kumpulan file yang saling berkaitan bersama dengan program untuk pengelolanya. Database adalah kumpulan datanya, sedangkan program pengelolanya berdiri sendiri dalam satu paket program yang komersial untuk membaca data, mengisi data, menghapus data, melaporkan data dalam database.
2.4.6 Bahasa DBMS
Paket bahasa dalam DBMS dibagi menjadi beberapa definisi, yaitu :
a. Data Definition Language (DDL)
Pola / scheme database di spesifikasikan dengan satu set definisi yang diekspresikan dengan satu bahasa khusus disebut DDL (Data Definition Language). Hasil kompilasi dari perintah DDL adalah satu set dari tabel yang disimpan dalam file khusus disebut Data Dictionary / Directory.
Satu data directory adalah satu file yang berisi metadata, yaitu data mengenai data. File ini dikonsultasikan sebelum data sebenarnya dibaca atau dimodifikasikan dalam satu sistem database.

b. Data Manipulation Language (DML)
Data Manipulation Language (DML) adalah bahasa yang memperbolehkan pemakai untuk akses atau manipulasi data sebagai yang telah diorganisasikan sebelumnya dalam model data yang tepat.
c. Query
Query adalah pernyataan yang diajukan untuk mengambil informasi. Merupakan bagian DML yang digunakan untuk pengambilan informasi, disebut Query Language.
2.4.7 Teknik Normalisasi
Proses normalisasi merupakan proses pengelompokan data elemen menjadi tabel-tabel yang menunjukan data entity dan relasinya.

Pada proses normalisasi selalu diuji pada beberapa kondisi. Apakah ada kesulitan pada saat menambah atau insert, menghapus atau delete, mengubah atau update, membaca atau retrieve pada satu database. Bila ada kesulitan pada pengujian tersebut maka relasi tersebut dipecahkan pada beberapa tabel lagi.

2.4.8 Kegunaan Database / Syarat Database
Penyusunan satu database digunakan untuk mengatasi masalah-masalah pada penyusunan data yaitu :
Redundansi dan inkonsistensi data
Kesulitan pengasesan data
Isolasi data untuk standardisasi
Multiple user (banyak pemakai)
Masalah keamanan (security)
Masalah integrasi (kesatuan)
Masalah data independence (kebebasan data)

2.5.1 Program Gambas
Boleh dikatakan Gambas adalah Visual basic­Nya Linux. Anda yang telah mengenal Visual Basic di windows pasti akan sangat familiar dengan scrip dalam Gambas, meskipun tidak semua skrip sama. Gambas murni proyek open source di bawah naungan GPL(General Public License). Jadi sifatnya Open source alias Free.

2.5.2Komponen dalam Gambas
Ketika menjalankan Gambas, yang pertama muncul adalah jendela selamat datang. Pada jendela ini ada beberapa pilihan seperti New project untuk membuat projek baru, Open project untuk membuka projek yang sudah kita buat, Recent project untuk membuka projek yang terakhir kita buka, Exsample untuk melihat contoh ­contoh yang telah tersedia. kalau Anda pusing atau gak semangat tinggal quit aja.
Jika kita pilih pilihan new project maka akan muncul wizard Create a new project untuk menentukan tipe proyek dan tempat dimana kita akan menyimpan proyek kita. pilih tombol Next dan pilih Create a Graphical Project lalu tekan tombol Next. Ketikan nama project pada Select The Name of Project dan Judul Project pada Select the title of the project. Pilih direkori tempat project kita akan disimpan lalu tekan Next dan OK. Setelah tahap demi tahap selesai maka akan tampil jendela Area kerja yang Gambas. Coba Anda lihat Mirip Visual Basic khan?

Gb1. Area Kerja Gambas

2.5.4Menu
Jendela menu merupakan area kerja utama pembuatan aplikasi. pada jendela ini terdapat Menu File untuk membuat projec, membuka projec, dan menyimpan project. Menu Project adalah area kerja untuk melakukan kompilasi, package program, dan penambahan komponen. untuk Menu lainnya bisa anda eksplorasi sendiri. Jika perlu bantuan bisa lewat menu help.

Gb2. Tampilan Menu

2.5.5ToolBox
Toolbox standarnya berisi komponen ­komponen yang merupakan sarana untuk membentuk user interface seperti label, text, table, combo, radiobutton, button dan lain ­lain. Untuk menambhkan objek pada toolbox dapat dilakukan dengan cara klik pada menu Project > Component > lalu pilih tab Component.

Gb3. Tampilan Toolbox
2.5.6Form
Jendela ini merupakan tempat untuk meletakan objek atau kontrol yang dibutuhkan seperti label, button, text, combo, table dan lain sebagainya. Untuk menambahkan form dengan klik kanan pada project > New > Form.

Gb4. Tampilan Form

2.5.7 Jendel Properties
Berisi daftar properti untuk objek( Form atau kontrol) yang dipilih dan berfungsi untuk mengatur karakteristiknya, seperi nama, ukuran, dan lain ­lain.
Gb5. Tampilan Properti
2.5.8 Jendela Layout
Merupakan tempat untuk menuliskan kode ­kode utuk objek yang dibuat. Jendela ini bisa dimunculkan melalui menu View atau dengan menekan Ctrl+W.
Gb6. Jendela Kode
2.6 Pengertian Koperasi
Koperasi adalah asosiasi orang-orang yang bergabung dan melakukan usaha bersama atas dasar prinsip-prinsip koperasi, sehingga mendapatkan manfaat yang lebih besar dengan biaya rendah melalui perusahaan yang dimiliki dan diawasi secara demokratis oleh anggotanya.
Dari pengertian di atas dapat dijelaskan :
1. Asosiasi orang-orang artinya koperasi adalah organisasi yang terdiri dari orang-orang yang merasa senasib dan sepenanggungan, serta memiliki kepentingan ekonomi dan tujuan yang sama.
2. Usaha bersama artinya koperasi adalah badan usaha yang tunduk pada kaidah-kaidah ekonomi yang berlaku, seperti adanya modal sendiri, menanggung resiko dan lain-lain.
3. Manfaat yang lebih besar artinya koperasi didirikan untuk menekan biaya, sehingga keuntungan yang diperoleh anggota menjadi lebih besar.
4. Biaya yang rendah. Dalam menetapkan harga, koperasi menerapkan aturan, “harga sesuai dengan biaya yang dikeluarkan”. Artinya, harga ditetapkan berdasarkan biaya yang sesungguhnya, ditambah komponen lain yang dianggap perlu, seperti untuk kepentingan investasi.
Menurut UU No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian Indonesia bahwa
koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.

2.6.1 Prinsip-prinsip Koperasi
Adapun prinsip-prinsip koperasi adalah sebagai berikut :
1. Keanggotaan sukarela dan terbuka. Koperasi adalah organisasi yang keanggotaannya bersifat sukarela, terbuka bagi semua orang yang bersedia menggunakan jasa-jasanya, dan bersedia menerima tangung jawab keanggotaan, tanpa membedakan gender (jenis kelamin), latar belakang sosial, ras, politik atau agama.
2. Pengawasan oleh anggota secara demokratis. Koperasi adalah organisasi demokratis yang diawasi oleh anggotanya, yang secara aktif menetapkan kebijakan dan membuat keputusan. Laki-laki dan perempuan yang dipilih sebagai pengurus atau pengawas bertanggung jawab kepada Rapat Anggota. Dalam koperasi primer, anggota memiliki hak suara yang sama. Pada tingkatan lainnya, koperasi juga dikelola secara demokratis.
3. Partisipasi anggota dalam kegiatan ekonomi. Anggota menyetorkan modal mereka secara adil dan melakukan pengawasan secara demokratis. Sebagian dari modal tersebut adalah milik bersama. Bila ada balas jasa terhadap modal, diberikan secara terbatas. Anggota mengalokasikan SHU (Simpanan Hasil Usaha) untuk beberapa atau semua dari tujuan seperti di bawah ini :

a. Mengembangkan koperasi. Caranya, dengan membentuk dana cadangan, yang sebagian dari dana itu tidak dapat dibagikan.
b. Dibagikan kepada anggota. Caranya seimbang berdasarkan transaksi mereka dengan koperasi
c. Mendukung kegiatan lainnya yang disepakati dalam Rapat Anggota.
4. Otonomi dan kemandirian. Koperasi adalah organisasi otonom dan mandiri yang diawasi oleh anggotanya. Apabila koperasi membuat perjanjian dengan pihak lain, termasuk pemerintah, atau memperoleh modal dari luar, maka hal itu harus berdasarkan persyaratan yang tetap menjamin adanya upaya :
a. Pengawasan yang demokratis dari anggotanya
b. Mempertahankan otonomi koperasi
5. Pendidikan, pelatihan dan informasi. Koperasi memberikan pendidikan dan pelatihan bagi anggota, pengurus, pengawas, manajer dan karyawan. Tujuannya, agar mereka dapat melaksanakan tugas dengan lebih efektif bagi perkembangan koperasi. Koperasi memberikan informasi kepada masyarakat umum, khususnya orang-orang muda dan tokoh-tokoh masyarakat mengenai hakekat dan manfaat berkoperasi.
6. Kerjasama antar koperasi. Dengan bekerjasama pada tingkat local, nasional, regional, dan internasional maka :
a. Gerakan koperasi dapat melayani anggotanya dengan efektif
b. Dapat memperkuat gerakan koperasi
7. Kepedulian terhadap masyarakat. Koperasi melakukan kegiatan untuk pengembangan masyarakat sekitarnya secara berkelanjutan, melalui kebijakan yang diputuskan oleh Rapat Anggota.
2.6.2 Jenis Koperasi
2.6.2.1. Koperasi Produsen
Koperasi produsen beranggotakan orang-orang yang melakukan kegiatan produksi. Tujuannya adalah memberikan keuntungan sebesar-besarnya bagi anggota dengan cara menekan biaya produksi yang serendah-rendahnya dan menjual produk dengan harga setinggi-tingginya. Untuk itu pelayanan koperasi yang dapat digunakan oleh anggotanya adalah :
a. Pengadaan bahan baku. Koperasi menyediakan bahan baku dalam jumlah yang cukup, murah dan dengan kualitas tinggi. Ini bisa dilakukan, karena pembeliannya dalam jumlah besar secara bersama-sama melalui koperasi.
b. Memasarkan produk anggota. Anggota secara bersama-sama melalui koperasi menjual produk mereka ke pasar. Dengan cara ini koperasi diharapkan dapat menjual produk anggota dengan harga bagus.
Koperasi produsen tidak hanya mengelola barang, tetapi juga jasa yang berkaitan dengan produksi. Contohnya : Koperasi Pedagan Kopi.

2.6.2.2. Koperasi Konsumen
Koperasi konsumen beranggotakan orang-orang yang melakukan kegiatan konsumsi. Tujuannya adalah memberikan keuntungan yang sebesar-besarnya bagi anggotanya dengan cara mengadakan barang atau jasa yang murah, berkualitas, dan mudah didapat. Contohnya :
1. Koperasi konsumen. Sebagai pemilik, anggota memodali koperasinya. Sebagai pengguna, anggota membeli barang konsumsi dari koperasinya. Bentuk pelayanan yang diberikan pada anggota :
a. Harga murah
b. Kualitas yang bagus
c. Mudah didapat

2. Koperasi simpan pinjam. Sebagai pemilik, anggota memodali koperasinya. Sebagai pengguna, anggota memafaatkan fasilitas simpanan dan pinjaman dengan proses yang cepat, jaminan yang ringan, dan bunga yang menarik. Bentuk pelayanan yang diberikan kepada anggota :
a. Proses cepat. Karena anggota adalah pemilik, maka koperasi dapat memberikan pengajuan pinjaman dengan cepat dan tidak berbelit-belit. Hal ini disebabkan koperasi sudah mengenal karakter dan kemampuan anggotanya.
b. Jaminan yang ringan
c. Bunga yang menarik
2.6.3 Kewajiban dan Hak Anggota
Anggota koperasi memiliki peranan ganda, sebagi pemilik sekaligus pelayanan koperasi. Sebagai pemilik, anggota berpartisipasi dalam memodali, mengambil keputusan, mengawasi dan menanggung resiko. Sebagai pengguna, anggota berpartisipasi dalam memanfaatkan pelayanan koperasi.
Sebagai pemilik dan pengguna, anggota memiliki kewajiban dan hak dalam koperasinya
Kewajiban anggota koperasi :
1. Mematuhi AD dan ART serta keputusan yang telah ditetapkan dalam rapat anggota
2. Menandatangani perjanjian kontrak kebutuhan. Sehingga, anggota benar- benar sebagai pasar tetap dan potensial bagi koperasi.
3. Menjadi pelanggan tetap
4. Memodali koperasi
5. Mengembangkan dan memelihara kebersamaan atas dasar kekeluargaan
6. Menjaga kerahasiaan perusahaan dan organisasi kepada pihak luar
7. Menanggung kerugian yang diderita koperasi, proporsional dengan modal yang disetor.

Hak anggota koperasi :
1. Menghadiri, menyatakan pendapat, dan memberikan suara dalam Rapat Anggota
2. Memilih pengurus dan pengawas
3. Dipilih sebagai pengurus atau pengawas
4. Meminta diadakannya rapat anggota
5. Mengemukakan pendapat kepada pengurus di luar Rapat Anggota, baik diminta atau tidak
6. Memanfaatkan pelayanan koperasi dan mendapatkan pelayanan yang sama dengan anggota lain
7. Mendapatkan keterangan mengenai perkembangan koperasi
8. Menyetujui dan atau mengubah AD, ART, serta ketetapan-ketetapan lainnya.
Pelaksanaan kewajiban dan hak secara rinci diatur dalam AD, ART, atau peraturan khusus.
PROFIL KOPERASI SERBA USAHA SARA ATE

A. Sejarah berdiri nya Kopersi Sara Ate
Mengingat serta menimbang bahwa para petani Kopi di dua kecamatan , terutama kecamatan Pegasing dan kecamatan Jagong Jeget, Kabu paten Aceh Tengah sulit berkembang baik di bidang Ekonomi maupun Sumber daya manusia nya maka
Pada bulan juni 2011 beberapa tokoh petani dari beberapa kampung dari dua kecamatan menggagasi pendirian sebuah koperasi yang bergerak dibidang pengembangan Kopi organik yang mana nantinya Koperasi ini akan mendapat sertifikat Organik dari badan Sertifikasi internasional dengan cara mengikuti peraturan dan setandar Organik yang berlaku dan Koperasi ini juga bercita2 mendapat kan Sertipikat fairtrade dengan cara mengikuti setandar peraturan peraturan fairtrade yang berlaku,adapun tujuan Koperasi ini mendapat kan kedua Sertifikat tersebut yaitu Organik& Fairtrade agar Kopersi bisa mendapat kan fee dari penjualan kopi tersebut nanti nya dan hasil daripada fee tersebut bisa di manfaat kan oleh anggota Koperasi untuk kepentingan umum agar dapat meningkat kan tarap hidup Anggota Kopersi seperti tempat ibadah dan jalan umum ,lingkungan serta kepentingan lain nya
Dan pada rapat pertama yang di hadri oleh sekitar 150 orang dari empat Kampung terdiri dari Kampung Berawang Baro, Merah Said, Berawang dewal, Pepalang ,bertempat di Kantor kepala desa Berawang Dewal,dalam hasil rapat terbuka ini maka di setujui nama dari Koperasi ini dalam bahasa Daerah yaitu SARA ATE,yang ber makna ( SATU HATI ) dan Anggota Koperasi ini berjumlah 721 orang,dari Empat Kampung dengan Luas Lahan 945 Hektar,dalam kesepakatan rapat ini di setujui saudara Syeh Abdullah sebagai Ketua dan saudara Hasbi sebagai Sekretaris dan Saudari Asminar sebagi Bendahara, Koperasi ini ber Kantor di Jalan Takengon- Isaq Kampung Paya Jeget No– dan pada tanggal 17 Oktober2011 Badan pembuat Akta mengeluarkan Akta Kopersi Serba Usaha Sara Ate dengan Nomor ,77/BH/1.5/X/2011.

B. Perinsip Koperasi Serba Usaha Sara Ate

Koperasi Serba Usaha Sara Ate adalah milik orang-perorangan atau badan hukum koperasi dengan berlandaskan keterbukaan berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas azas kekeluargaan dan bertujuan untuk mensejahterakan, ekonomi,sosial,pendidikan,kesehatan anggotanya.
Dalam pernyataan standar akuntansi keuangan bahwa karakteristik utama koperasi yang membedakan dengan badan usaha lain yaitu: anggota koperasi memiliki identitas ganda, maksudnya anggota koperasi merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.

Koperasi Serba Usaha Sara Ate ini berkantorkan di jalan takengon isaq – blang kejeren kampung paya jeget, kecamatan pegasing, kabupaten aceh tengah.
Koperasi serba usaha sara ate sampai saat ini memiliki lahan seluas 945 hektar dengan jumlah estimasi produksi lebih kurang 710400 kg per tahun atau sekitar 37 kontainir per tahun. yang terdiri dari 4 desa yaitu : berawang baro, merah said, berawang dewal, dan pepalang dengan jumlah petani 721 orang dan tiap-tiap desa mempunyai delegasi / perwakilan dengan ketewakilan 50 orang anggota diwakili oleh satu orang delegasi.
Koperasi serba usaha sara ate saat ini sedang mengajukan sertifikasi organik dan Fairtrade guna terciptanya Produksi kopi yang ramah lingkungan dan pasar internasional dengan setandar organik dan fairtrade tentunya dengan harga yang adil sehingga dapat terciptanya cita cita dari anggota.

Dalam usaha ini nantinya akan bergerak juga dalam usaha simpan pinjam, usaha pertanian, perdagangan, industri, jasa konstruksi, perbengkelan, dan lain sebainya. Jadi koperasi ini tidak bergerak dalam satu bidang saja, melainkan banyak bidang yang akan dijalankan, tapi dalam koperasi serba usaha SARA ATE sementara waktu lebih mendominankan kepada usaha pertanian dan perdagangan kopi. Usaha yang lain akan menyusul nantinya seiring berjalannya waktu.

C. Tujuan Kopersi Serba Usaha Sara Ate
Koperasi Serba Usaha Ate dapat berkembang menjadi kuat dan luas memberikan manfaat kepada para anggota dan masyarakat pedesaan pada umumnya antara lain :
1. Anggota petani didesa dapat memperoleh pelayanan koperasi menurut pelayanan standar FLO (Federasi Lebelling Organitation) yang berkeadilan

2. Surplus atau pertambahan nilai yang diperoleh koperasi KSU.SARA ATE adalah milik anggota dimanpaatkan untuk kesejahtraan anggota

3. Mobilisasi dan pemanpaat sumber ekonomi, anggota pedesaan meningkatkan produktivitas ekonomi ,sosial,pendidikan dan kesehatan anggota

4. Petani kecil dapat berpartipasi dalam mengambil keputusan tentang harga produknya

5. Membangun kemandirian dan keswadayaan anggota bersama koperasi untuk pembangunan sosial ekonomi di Desa

6. Membangun rasa saling menghargai, terbuka, tidak diskriminasi dan bebas mengeluarkan pendapat di lingkungan dan dikoperasi dengan mengikuti peraturan fairtrade
Dalam mengembangankan dirinya KSU.SARA ATE melaksanakan prisip sebagai berikut:
a. menerapkan metode pendidikan dalam setiap kegiatan koperasi, termasuk didalamnya penerapan aturan standar organik dan penerapan aturan standar FLO

b. Melakukan kerja sama dengan instansi lain untuk kepentingan dan kemajuan koperasi.

Sampai saat ini KSU SARA ATE telah melakukan kegiatan sosial berupa pembangunan masjid di kampung Berawang baro kecamatan Pegasing. masyarakat di kampung ini seratus persen anggota KSU SARA ATE.selanjut nya akan dilakukan juga kegiatan dikampung kampung anggota lain nya menurut kebutuhan anngota di kampung masing masing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s